Hidup seperti aliran sungai

Hidupku seperti aliran sungai. Air sungai menetapkan tujuan mengalir sampai laut, dan tahu akan mencapai lautan luas, bahkan samudra. Tapi… untuk mencapai lautan perlu melewati beragam cabang sungai, bahkan harus menembus kerasnya bebatuan di sungai. Hidup memang tidak mungkin lurus, lempeng.com, pakai kaca mata kuda. Seperti kata agnes monica di iklan “life is never flat”.

Aku sudah menetapkan tujuan sejak SMA ingin menjadi psikolog, dan aku tahu pasti tujuanku tercapai. Begitu masuk ke fakultas psikologi Undip, aku langsung tertarik mendalami psikologi klinis. Kata dosen disana “wajar kalau mahasiswa awal tertarik mempelajari psikologi klinis, karena 80% tujuan utama kuliah disini mau berobat jalan”. Hehe… memang benar sih. Siapa juga yang tidak punya masalah traumatis. Ternyata keterarikanku pada klinis justru membuka kemampuan terpendamku. Ibarat dunia naruto, aku membuka aliran chi yang tersumbat. Aku jadi bisa “melihat” masalah dan trauma orang lain… awalnya takut sih, aku jadi merasa terbebani. Tetapi semakin aku dewasa, aku makin bisa mengendalikan “kekuatan”ku itu.

Lulus S1, ternyata aliran hidup membawaku melihat dunia pendidikan anak-anak lebih menarik. Awalnya ragu apakah aku benar-benar bisa mengajari anak-anak. Aku beranikan diri ikut dalam  proyek dosen, memberi pelatihan ke anak-anak. Begitu aku mulai bercerita, tiba-tiba aku merasakan pengalaman AHA!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s