Direktorat keayahbundaan

Sebuah… apa sebutan yang sesuai, lembaga? Institusi? Kelompok? Paguyupan? Sebuah direktorat, istilah yang agak aneh di telingaku. Kalau merujuk pada kamus besar bahasa indonesia, di·rek·to·rat /diréktorat/ n bagian dr departemen yg tugasnya mengurus suatu bidang tertentu, dikepalai oleh seorang direktur. Direktorat keayahbundaan mungkin bisa saya pahami sebagai bagian dari departemen yang tugasnya mengurus ayah bunda. Definisi yang agaknya kurang pas di hati. Ya sudahlah dengan urusan definisi, kita tunggu saja definisi dari si empu pendidikan di Republik Indonesia.
Berdasarkan wacana Anies Baswedan, permasalahan dasar dari pendidikan dasar Indonesia, PAUD hingga SD – ranah kerja pak mentri, adalah kurangnya peran orangtua dalam proses belajar mengajar. Pendidikan yang paling penting, merujuk dari filosofi Ki Hajar Dewantara, adalah pendidikan keluarga, tetapi justru ranah ini tidak pernah disentuh oleh dunia pendidikan formal.

Hmm… gagasan kritis yang menarik. Tapi apakah benar ranah tersebut tidak tersentuh. Kembali pada pepatah yang amat disukai “tidak ada asap, bila tidak ada api”. Pasti ada masalah yang melatarbelakangi keputusan pak mentri. Seperti pada penelitian formal, suatu fenomena boleh diteliti, diintervensi, dan diprevensi apabila ada masalah dan tujuan dari penelitian adalah solusi praktis. Disini saya ingin berusaha memahami alur pikir pak mentri, hubungan sebab akibat, hingga tercipta gagasan direktorat keayahbundaan.

Ranah keayahbundaan
Sepertinya ini ranah basah yang akan selalu basah selama ada mahluk hidup yang mendapat label anak. Ranah yang tidak pernah kehabisan materi untuk dibahas. Saya sempat berpikir keras, apa definisi keayahbundaan, apakah pola asuh yang menjadi rujukan utama? Atau cara mendidik?

Saya mencoba memahami apa yang dimaksud bapak mentri. Jika memang tujuan akhir pendidikan utama anak adalah pendidikan keluarga, berarti ini bukan hanya masalah pola asuh orangtua. Secara teori pola asuh ada tiga tipe: otoriter, demokratis, dan permisif. Otoriter menggunakan pola komunikasi 1 arah, ucapan orangtua adalah titah yang wajib dipenuhi sesegra mungkin. Demokratis menggunakan pola komunikasi 2 arah, anak boleh menyanggah ucapan orangtua. Permisif menggunakan pola komunikasi 1 arah, dari anak ke orangtua. Ucapan anak adalah titah yang wajib dipenuhi orangtua sesegera mungkin. Menurut saya pola asuh hanya sebagian faktor yang akan disasar pak mentri.

Cara mendidik juga penting. Apa itu mendidik? Mendidik berarti membimbing dari tidak bisa menjadi bisa. Tugas orangtua mendidik anak dari tidak bisa menjadi di segala segi kehidupan. Masih ingin bagaimana orangtua mendidik kita untuk berjalan? Atau makan dengan cara benar? Jika memang demikian yang dimakaud bapak mentri, semakin menegaskan tugas orangtua memang berat. Saya setuju pada bagian itu, tugas orangtua memang luar biasa berat karena harus mempersiapkan anak dari yang hanya bisa menangis menjadi manusia mandiri. Saya setuju sekali dengan pepatah kasih sayang orangtua sepanjang jalan. Apabila dilihat dari sisi ini, saya setuju orangtua perlu diberi bekal untuk mengemban tugas berat dan mulia itu.

Saya masih ingat ucapan ibu mertua, “zaman sudah berubah, tantangan hidup semakin tinggi, beban mental semakin berat, beban keuangan semakin mencekik. Jika orangtua tidak memberikan pelajaran kehidupan, tidak ada anak yang bisa bertahan hidup di masa depan”. Di kepalaku bermunculan ingatan dari kasus-kasus bunuh diri yang dilakukan anak-anak. Beban hidup semakin berat tetapi orangtua tidak memberikan pegangan yang kuat dalam menjalani, sehingga anak merasa mati lebih enak daripada hidup. Bersambung…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s