3 sebab orang suka minum alkohol (miras)

image

http://www.eramuslim.com/berita/nasional/miras-akhirnya-dilarang-dijual-di-minimarket-seluruh-indonesia.htm

Alkohol sebagai minuman konon sudah ada sejak zaman mesir kuno, 4000SM. Alkohol atau yang sering disebut minuman keras, konon katanya dulu digunakan sebagai persembahan dewa dewi. Orang-orang meminum alkohol untuk menghormati dewa dewi.

Di zaman sekarang tren itu sudah bergeser jauh. Ini lima sebab orang suka minum miras.

1. Life style

image

http://sharingdisana.com/2014/07/04/ini-buktinya-kesehatan-yang-akan-memburuk-pada-remaja/

Miras sekarang menjadi life style, dengan jargon “nggak minum nggak keren”. Ditunjang dengan makin menjamur dan merenaknya diskotik dan bar. Apa hubungannya diskotik dan miras? Dulu ada teman saya yang sesekali main ke diskotik. Kata dia didalam diskotik itu penuh orang, sumpek, cahaya warna warninya bikin silau mata, ditambah musik DJ volume maksimal. Jadi miras dibutuhkan untuk melemahkan syaraf panca indera agar bisa menikmati suasana diskotik. Jangan heran juga banyak narkoba berkliaran.

2. Penghilang masalah (sementara)

image

http://www.mohlimo.com/efek-samping-minuman-keras/

Satu lagi jargon miras yang pernah saya dengar dari film drama korea (saya lupa judul dramanya) “hilangkan masalahmu dengan alkohol”. Bagi penggemar komik otoboke pasti pernah membaca kalimat “alkohol adalah cairan pengkoreksi masalah”.

Begitu juga yang terjadi diperfileman indonesia. Ada beberapa film gurem (istilah saya untuk film yang kurang berkualitas) yang mempertontonkan orang yang lagi banyak masalah, lalu banyak minum miras.

Biasanya orang minum “cairan pengkoreksi” ketika sedang banyak masalah. Stres berat. Penyebab stres ini adalah konflik batin, pikiran-pikiran negatif, emosi-emosi yang meluap-luap, yang dipendam.

Ketika semua penyebab ini muncul di satu waktu, otomatis kapasitas otak untuk memproses informasi menjadi overload. Ibarat komputer yang tiba-tiba “ngehang”, harus direstrat biar bisa jalan lagi. Begitu juga dengan otak. Overload informasi membuat otak butuh di “restrat” agar bisa berpikir jernih. Untuk pecinta miras, cairan ini satu-satunya cara untuk “restrat” otak. Sensasi fly saat mabuk membuat pikiran dan badan rileks. Jadi bisa bebas meluapkan semua yang ada di pikiran tanpa saringan, secara lisan dan fisik. Bahasa psikologinya bisa katarsis. Makanya tidak jarang orang mabuk yang suka memukul atau memaki orang.

3. “Obat” untuk rasa takut dan tidak percaya diri

image

http://www.hotmagz.com/2016/01/minuman-keras-ini-diklaim-tak-buat-mabuk.html

Alkohol juga dikenal sebagai “obat” untuk ketakutan dan tidak percaya diri, obat sementara dan sering kali menimbulkan masalah baru.

Menghadapi masalah dengan diri sendiri maupun oranglain memang menakutkan, karena itu orang lebih memilih melarikan diri dari masalah. Tetapi ada kalanya terpentok keadaan yang mau tidak mau harus menghadapi masalah.

Tidak semua orang berani secara sadar menghadapi masalah dan siap menerima segala resiko. Ada beberapa orang butuh menjadi orang lain lewat menegak miras. Mungkin istilah yang tepat “alterego”, atau diri yang lain. Orang yang mengkonsumsi miras percaya dan yakin dengan minum miras mereka bisa berubah menjadi orang yang berani, bahkan ada yang merasa menjadi pahlawan super.

KESIMPULAN
semua keuntungan yang ditawarkan alkohol miras hanyalah sementara, sering kali berbuntut pada masalah baru. Lebih baik babak belur dengan gagah dan elegan daripada menang tetapi semu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s