3 manfaat parsel lebaran untuk sesama

Countdown to ied mubarak alias lebaran sudah dimulai, yup 4 hari lagi lebaran. Horeee… kemenangan berpuasa 3 minggu penuh, 1 minggu untuk tamu bulanan. 

Satu aktivitas yang cuma ada menjelang lebaran, dan membuat saya semangat adalah bagi-bagi parsel. Tiap tahu saya dan suami menyiapkan sekian puluh parsel untuk dibagikan kepada janda, orang fakir miskin, dan satpam kompleks. 

PARSEL SEBAGAI BENTUK TERIMA KASIH

Kami membuat dan bagikan untuk satpam, petugas kebersihan, dan pengambil sampah. Tujuannya sebagai bentuk terima kasih kami kepada mereka yang menjaga keamanan dan kebersihan rumah saya. Saya memang tidak mengenal mereka satu persatu, bahkan nama mereka saja saya tidak hafal. Tetapi saya merasa wajib berterima kasih. 

Parsel yang kami berikan memberikan dampak psikologis kepada mereka lho. Ini informasi dari satpam komplek. Gaji satpam, petugas kebersihan, dan pengumpul sampah tidak besar, UMR. Dengan beban kerja yang melelahkan, menurut saya. Mendapatkan parsel dari saya dan suami membuat mereka merasa pekerjaan mereka dihargai oleh penghuni komplek, salah satunya saya dan suami.

Mereka (petugas kebersihan dan pengumpul sampah) pun berterima kasih kembali kepada kami (bukan berarti kami pamrih ya, kami memberi dengan iklas). Petugas kebersihan yang bertugas di sekitar rumah saya sering membersihkan taman rumah (itu tidak masuk ke jobsdesk mereka), menyapu carport kami. Pengumpul sampah kadang mencuci bak sampah kami kalau sudah terlihat jorok. 

Persis seperti kata nasehat pepatah “kita menuai apa yang kita tanam”.

PARSEL SEBAGAI BENTUK BAKTI KEPADA ORANGTUA

Nah ini yang menurut saya penting dilakukan semua anak, memberikan parsel kepada orangtua. Ide awalnya mertua sering mendapatkan parsel dari teman dan kolega, parsel cantik dengan beragam hiasan. Sedangkan orangtua saya tiap tahun hanya mendapatkan 1 parsel kardusan dari kolega. Kemudian saya berpikir “saya bisa memberikan parsel cantik untuk orangtua”. 

Sejak sebelum ramadhan, saya dan suami jalan-jalan ke supermarket untuk mencari barang yang cocok untuk parsel. Kami sengaja beli sebelum ramadhan, karena supermarket belum terlalu penuh dan masih bebas makan dan minum. 

Parsel untuk orangtua dari anak tercinta

Tips membuat parsel cantik ala saya:

1. Tentukan budget untuk parsel. 

2. Tentukan tema untuk parsel, makanan atau keramik atau kristal atau campuran.

3. Beli barang yang paling mahal terlebih dahulu. Saya biasanya mengalokasikan 40-50% budget untuk barang yang paling mahal. Sisanya untuk makanan atau minuman dan perlengkapan untuk menghias parsel.

4. Mencari kardus atau alas parsel yang sesuai untuk isi parsel

5. Menggunakan kreativitas untuk menata parsel.

Untuk ide menata parsel saya mencari referensi dari internet. Ketika saya menghantarkan parsel ke orangtua, ekspresi senang bahagia bersyukur menyambut saya. Tidak ada yang bisa menggantikan rasa bangga senang bahagia yang saya dapatkan dari ekspresi orangtua. 

Orangtua sudah merawat kita sejak kecil dengan iklas tanpa meminta balasan apapun. Mendapatkan hadiah parsel cantik dari saya, menurut orangtua, rasanya semua yang sudah mereka berikan, terbayarkan. Padahal menurut saya pribadi, saya belum bisa dan tidak akan pernah bisa mengganti dan membalas pengorbanan mereka.

PARSEL SEBAGAI BENTUK KEPEDULIAN

Parsel juga bisa sebagai bentuk kepedulian pada sesama, terutama mereka yang belum bisa merasakan hiphiphura lebaran layaknya kami. Tujuan utama saya adalah memberikan parsel spesial kepada para janda. Kenapa janda? Karena mereka single fighter mom, mereka menghabiskan waktunya untuk bekerja mencukupi kebutuhan anak-anak TANPA MENGEMIS. Mereka menghabiskan waktu untuk mengurus anak-anak, sampai kadang lupa mengurus diri sendiri. Uang yang dimiliki diirit-irit agar bisa untuk satu tahuh. Bahkan banyak janda yang tidak bisa memasak signature dish lebaran, opor, sambel goreng, dan ketupat.

Saya memberikan sedikit oase di kehidupan mereka. Memberi bingkisan parsel sembako dan kue untuk dinikmati selama lebaran. Syukur-syukur bisa untuk menjamu saudara yang berkunjung. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s