Tren seks bebas pada remaja

http://www.anneahira.com/seks-bebas-pelajar.htm
Beberapa hari yang lalu saya asik surving chanel youtube favorit saya. Ada beberapa yang menarik seperti exploring with josh,  mr.nightmare, richest. Yup semua seputar horor, genre film kesukaan saya. Disini saya tidak akan menulis tentang hobi saya melihat tayangan horor, tapi chanel lain. 

Saat saya menonton chanel favorit, dibawah tayangan akan muncul pilihan-pilihan video acak. Salah satu yang menarik mata saya adalah tayangan seks bebas remaja SMP dan SMA, terlihat dari seragam sekolah mereka. Betapa kagetnya saya, mereka mudah sekali melakukan seks di tempat terbuka tanpa takut ketahuan. Satu pertanyaan di benak saya, “seperti inikah pergaulan remaja sekarang?” Saya tahu memang remaja sekarang lebih liar dibandingkan masa remaja saya dulu. Tapi apa iya menjadi seliar itu? 

Saya, orang dewasa yang tidak ada sangkut paut darah dengan ‘aktor-aktor’ cilik itu merasa terpukul. Bagaimana dengan orangtuanya ya. Apalagi ini di upload di youtube, semua orang yang punya akses internet, bisa melihatnya. Ditambah lagi, video-video ini akan tersimpan selamanya di internet. Saya teringat nasehat Mario Teguh, hati-hati dalam memanfaatkan internet karena semua yang kita upload tersimpan selamanya disana. Setiap saat bisa diakses semua orang. 

ADRENALIN

Mungkin hormon ini yang bertanggungjawab dari keberanian remaja melakukan seks bebas di tempat terbuka. Hormon pubertas yang memuncah ditambah adrenalin memaksimalkan libido atau hasrat seks. Jadi remaja merasa harus segera melepaskan hasrat seks saat itu juga. Seolah-olah tidak akan ketahuan. 

PENGALAMAN PAHIT MANIS (BITTER SWEET)

Ini biasanya dialami ‘aktris’ remaja, pihak perempuan. Di satu sisi remaja merasa takut dan bersalah, di sisi lain mereka mendapatkan kepuasaan dan kebahagiaan semu. Dua kombinasi inilah yang memicu hormon diotak seperti dopamin dan oksitosin. Hormon dopamin menghasilkan efek rasa senang dan melayang. Hormon oksitosin menghasilkan efek merasa dicintai. 

Biasanya hormon dopamin menciptakan candu, seperti orang yang memakai narkoba. Ada keinginan untuk merasakan pengalaman bitter sweet atau guilty feeling terus menerus. Semakin hormon dopamin terpicu, kebutuhan dopamin semakin meningkat. 

SOLUSINYA??

Jujur saja saya tidak tahu solusi terbaik untuk seks bebas. Seks itu candu, sekali mencoba pasti ingin terus. Mengobati kecanduan membutuhkan banyak faktor, meliputi keinginan kuat untuk berhenti, dukungan orangtua, dan lain sebagainya. 

Saya pernah bergabung menjadi relawan yang memberikan informasi kesehatan reproduksi ke remaja. Para relawan senior mengatakan mereka tidak bisa menghentikan seks bebas, mereka hanya mampu membantu mencegah efek negatif dari seks bebas. Seperti kehamilan tidak diinginkan, aborsi, penyakit menular seksual, dan lain sebagainya. 

Saya yakin agama adalah tameng terbaik dari seks bebas. Tetapi bisakah orangtua mengajarkan agama yang baik dan benar? Bisakah pemuka agama menyentuh nurani remaja untuk selalu mendekat ke Tuhan? Entahlah. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s