Memilah dan Memilih Lowongan Kerja

Sudah tak terhitung jumlah teman, saudara, dan orang yang tidak sy kenal curhat masalah lowongan kerja. Mereka sudah memasukkan banyak lamaran kerja ke berbagai lowongan kerja tetap tidak ada panggilan kerja. Bingung pasti, gelisah jelas. Mereka bertanya “apa yang harus dilakukan?”

Ini saran-saran yang saya berikan ke mereka

1. Pelajari perusahaan yang membuka lowongan kerja. Perusahaan asli atau palsu. Perusahaan bergerak di bidang apa saja. Cari website perusahaan yang bersangkutan, atau cari orang yang pernah atau masih bekerja di perusahaan itu. Bisa juga membaca cerita para blogger tentang perusahaan yang dimaksud.

2. Baca dengan teliti syarat utama di lowongan kerja. Apa saja syarat utama seperti usia, pendidikan terakhir, dan lain sebagainya. Apakah kamu memenuhi syarat-syarat itu? Jika tidak, cari lowongan kerja lainnya. 

3. Khusus untuk yang baru lulus, fresh graduate, atau sudah lulus lama tapi tidak ada pengalaman kerja. Cari lowongan kerja yang menuliskan “fresh graduated bisa mendaftar” atau sejenisnya. 

4. Khusus untuk yang punya pengalaman kerja, perhatikan minimal memiliki pengalaman kerja berapa tahun.

 5. Baca dengan teliti keterampilan fisik (hardskill) yang dibutuhkan perusahaan. Hardskill seperti menguasai operasi software tertentu, atau keterampilan lainnya. Apakah kamu memiliki hardskill yang dibutuhkan? Jika tidak, cari lowongan kerja lainnya. 

6. Baca dengan teliti keterampilan nonfisik (softskill) yang diminta perusahaan. Softskill seperti kemampuan kerjasama, komunikasi, dan lain sebagainya. Apakah kamu memiliki softskill yang diminta? Jika tidak, cari lowongan kerja lainnya. 

6. Baca lokasi perusahaan atau penempatan kerja. Masih satu kota atau lain kota, dimana saja penempatan kerja. Pertimbangkan baik-baik apakah kamu bersedia bekerja di luar kota atau bekerja pindah-pindah kota? Jika tidak, cari lowongan kerja lainnya. 

7. Perhatikan lamaran kerja serta CV harus dikirimkan kemana. Lewat pos atau email. Jika lewat pos, pastikan kamu menulis alamat pos dengan benar. 

8. Perbaiki sosial media yang kamu gunakan. Sekarang HRD perusahaan sering mengecek calon pegawai dari sosial media. Jika sosial media kamu berpotensi merugikan perusahaan, tentu saja perusahaan tidak mau ambil resiko. 

9. Langkah paling penting, berdoa dan meminta restu orangtua. 

Setelah semua telah dilakukan, pasrah saja, dan biarkan Tuhan yang menentukan yang terbaik untukmu. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s