IPK sempurna tapi susah dapat kerja?

http://savvywithsaving.com/category/career/

Saya sering menemukan artikel tentang mahasiswa yang punya IPK 4 tetapi sulit dapat kerja. Saya juga pernah punya beberapa klien yang mengeluhkan sulit dapat kerja padahal prestasi akademis mereka tanpa cela. Membuat klien-klien saya ini bingung sekali. Bahkan ada yang lolos seleksi psikotes di beberapa perusahaan tetapi selalu gagal di seleksi interview. 

Saya memberikan gambaran pada klien saya tentang seleksi calon pegawai. Saya beberapa kali ikut dalam tim seleksi di beberapa perusahaan di Semarang, dan tentunya di perusahaan saya  dan suami sendiri. Saya sering menemui calon pegawai dengan prestasi akademik yang wow. IPK diatas 3,5. Punya banyak sertifikat. Diatas kertas sangat menjanjikan untuk dijadikan pegawai. Sering kali justru yang begini yang tidak saya rekomendasikan untuk lanjut. Kenapa?

HARDSKILL PENTING, TAPI JAUH LEBIH PENTING SOFTSKILL

berdasarkan pengalaman saya, orang-orang yang terlalu mengejar akademik justru lupa mengembangkan softskill. Softskill menjadi faktor penentu sukses atau tidaknya suatu pekerjaan. 

Contoh: 

pekerjaan dokter

Hardskill yang dibutuhkan: pengetahuan tentang anatomi tubuh, pengetahuan tentang penyakit-penyakit, komposisi dan kontradiksi obat-obatan.

Softskill yang dibutuhkan: mampu berkomunikasi dengan pasien, menyampaikan diagnosa dengan bahasa yang dipahami pasien, sabar, percaya diri. 

Bagaimana jika dokter tidak memiliki softskill yang cukup? Akibatnya dokter terkesan kaku, pelit bicara dan ilmu, dan pastinya membuat pasien tidak nyaman. Saya sering membaca pengalaman pasien yang kecewa dengan pelayanan dokter hanya karena sang dokter tidak menjelaskan kondisi pasien dengan bahasa yang mudah dipahami. 

OVERVALUED ATAU UNDERVALUED DIRI SENDIRI

Overvaluead berarti calon pegawai menilai kemampuan dan keterampilannya terlalu tinggi, dan tidak sebanding dengan hasil psikotes. Sebaliknya undervalued berarti calon pegawai menilai kemampuan dan keterampilannya terlalu rendah, dan cenderung tidak percaya diri. 

Kebanyakan freshgraduated yang pernah saya wawancarai mengalami undervalued. Terutama ketika ditanya “jelaskan siapa diri anda”, atau “apa saja kelemahan dan kelebihan anda”. 9 dari 10 calon pelamar menjawab dengan diam dan senyum. Mereka tidak bisa menceritakan kelebihan, kelemahan, dan keistimewaan diri mereka. 

PERFECT IS BORING

Ini yang sering menjadi ciri khas mahasiswa yang punya IPK sempurna. Tidak semua begitu, tapi sebagian besar. Orang yang sudah sempurna atau merasa sempurna, tidak memberi ruang kepada perusahaan untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa dengan IPK sempurna. Dan karena mereka tahu segalanya, pola kerja dan pola pikirnya sulit dibentuk sesuai style perusahaan. 

Satu lagi ciri khas mahasiswa dengan IPK sempurna, terlalu akademis dan idealis. Padahal di dunia kerja, kecuali dunia kerja pendidikan, mengharuskan karyawan untuk lues, fleksibel, pragmatis, dan kerja cepat. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s