Seberapa penting “berobat” ke psikolog?

“Seberapa penting “berobat” ke psikolog sih?’ Itu pertanyaan favorit orang-orang untuk saya. Dan sebenarnya menjadi dilema saya dulu sewaktu kuliah S1. Kenapa orang yang harus ke psikolog? Kalau sakitkan tinggal ke dokter saja. Kalau gangguan mental ke psikiater. Kalau butuh nasehat bisa minta ke orangtua, saudara, atau pemuka agama. Jadi apa dong pentingnya ke psikolog?

Jawabannya adalah “tergantung”, antara penting dan tidak penting. Hehe… jawaban populer di dunia psikologi. Semua serba tergantung situasi, kondisi, orang yang berinteraksi, dll. Untuk mendapat jawaban yang pas, perlu deh kita liat lagi definisi psikologi.

Sederhananya psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku. Kenapa perilaku X muncul di situasi Y tetapi tidak muncul di situasi Z

Mencari penyebab munculnya perilaku bisa dilihat dari keputusan yang diambil dari proses berpikir (kognitif), reaksi yang muncul (konasi), dan emosi yang muncul (afektif). 

Kembali ke pertanyaan utama, “kenapa perlu ‘berobat’ ke psikolog? 

Penting ‘berobat’ ke psikolog 

Menurut pengalaman saya pribadi dan pengalaman membantu orang lain. ‘Berobat’ ke psikolog penting jika kamu ingin tahu penyebab munculnya perilaku tertentu. Dengan kata lain, kamu butuh bantuan untuk memahami dirimu sendiri. 

Contoh:

kamu bingung kenapa kamu sering mudah marah yang meledak-ledak. 

Peran psikolog lewat konseling dan psikotes membantu kamu menemukan penyebab dan pemicu kamu mudah marah. Menemukan akar masalahnya. Apakah karena ada ketakutan tertentu? Atau karena ada trauma di masa lalu? Atau yang lain. Kemudian merancang solusi bersama untuk mengendalikan marah.

Tidak penting ‘berobat’ ke psikolog

Berobat ke psikolog menjadi tidak penting jika kamu tidak merasa ada yang salah. Meskipun orangtua, teman, saudara yakin seyakinnya kamu itu salah dan perlu ‘berobat’. 

Psikolog berbeda dengan dokter. Kamu sakit, km dikasih obat, asal minum obat pasti sembuh. Sedangkan psikolog, butuh kamu merasa kamu punya masalah dan sedang mencari bantuan. Tanpa itu, psikolog tidak bisa menyembuhkan kamu. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s