Lebih baik mana, jadi pengusaha atau karyawan?

Saya kurang tahu kapan pastinya perdebatan panas “karyawan vs pengusaha” dimulai. Dugaan saya dimulai beberapa tahun ini ketika pemerintah dan seluruh jajarannya gencar menggalakkan program enterprenuership. Beragam seminar, workshop, dan pelatihan digelar di berbagai universitas dan sekolah. Para pengusaha seolah-olah menanamkan doktrin di kepala muda-mudi “menjadi pengusaha itu jauh lebih baik daripada karyawan”. Atau doktrin “lebih baik penghasilan kecil tapi jadi bos. Daripada gaji besar tapi ikut orang”. Tapi benarkah pengusaha lebih baik dari karyawan?
SUKA DUKA KARYAWAN

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) 

Karyawan adalah orang yang bekerja pada suatu lembaga (kantor, perusahaan, dan sebagainya) dengan mendapat gaji (upah); pegawai; pekerja;

Beberapa orang memilih menjadi karyawan karena sudah ditakdirkan dan tidak ada pilihan lain. Saya mewawancarai 100 siswa SMA yang ikut seleksi penjuruan IPA & IPS, 90% menjawab ingin menjadi karyawan pemerintah (baca: PNS) atau karyawan swasta karena disuruh orangtua. Mereka diwajibkan menjadi karyawan agar “hidup terjamin dapat gaji bulanan dan masa pensiun juga terjamin”. Ditambah lagi bagi karyawan yang bisa menggadaikan Surat Keputusan (SK) ke bank, dan mendapat pinjaman sampai puluhan juta. 

Sebagian lagi karena merasa kemampuan dan keterampilan mereka lebih terasah jika bekerja dengan orang. Mencari pengalaman dan ‘mencuri’ ilmu jadi target mereka agar nantinya bisa mengembangkan diri dan suatu saat bisa membuka usaha sendiri. Gaji adalah bonus dari kerja keras. 

Duka menjadi karyawan, kerja dari pagi sampai malam bahkan sampai lembur. Terkadang lembur tidak dianggap sebagai lembur dan tidak mendapat uang lembur. 70% waktu habis untuk bekerja, 20% untuk diri sendiri, 10% untuk tidur. Makanya ada istilah workaholic, orang-orang yang menghabiskan seluruh waktunya untuk bekerja, bekerja, dan bekerja. Tidak semua prestasi dianggap oleh perusahaan. Dan masih banyak lagi duka karyawan. 

SUKA DUKA PENGUSAHA

sekarang giliran suka duka pengusaha. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Pengusaha adalah orang yang berkegiatan dengan mengerahkan tenaga, pikiran, atau badan untuk mencapai suatu maksud; pekerjaan (perbuatan, prakarsa, ikhtiar, daya upaya) untuk mencapai sesuatu


Bagi kalian yang suka mengikuti segala macam motivasi enterprenuership, pasti sering dicekoki enaknya jadi pengusaha. Mulai dari waktu kerja fleksibel, bisa kerja sesuka hati, bisa kerja dimana saja, kenaikan pendapatan yang signifikan. Bahkan ada beberapa pengusaha sukses yang mengklaim bisa mendapatkan keuntungan 1M dalam waktu 3 hari hanya lewat onlineshop. Bisa jadi bos untuk diri sendiri, dan bisa membuka lowongan kerja untuk banyak orang. 

Duka menjadi pengusaha menurut saya juga banyak. Dari pengalaman saya merintis usaha saja, dukanya sering ditinggal pergi karyawan tanpa pamit, membuat saya kelimpungan sendiri mengatur kerjaan. Perang harga antar pengusaha lainnya, saya berusaha menghindari perang harga, tapi tetap saja kadang tidak bisa dihindari. Kadang pemasukan tidak sesuai dengan pengeluaran, sering ada pengeluaran yang tidak direncanakan dan membuat jomplang neraca keuangan. Dan masih banyak lagi suka duka menjadi pengusaha. 

JADI PILIH YANG MANA?

Saya percaya menjadi pengusaha ataupun karyawan sama-sama baik dan hasil akhirnya bisa sama. Ada pengusaha yang sukses, ada juga karyawan yang sukses. Ada pengusaha yang usahanya bangkrut, ada juga karyawan yang dipecat atau harus menanggung kerugian perusahaan.

Pilihan yang terbaik adalah pilihan yang sesuai dengan kemampuan dan keterampilan diri, minat, serta passion. Saya percaya tidak semua orang cocok jadi pengusaha dan tidak semua orang cocok jadi karyawan. 

Bagaimana caranya? Kenali dirimu sendiri, kenali kelebihan dan kekurangan diri, kenali softskill dan hardskill yang dimiliki. Lalu buat target jangka panjang, dalam 15 tahun kedepan, kamu ingin berprofesi sebagai apa? Ingin dikenal sebagai ahli apa? 

Segitu saja celotehan saya malam ini. Goodnight & good luck. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s