Runtutan Menjadi Psikolog

Psikolog itu ahli ilmu psikologi, sedangkan ilmu psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia. Itu definisi yang masih berlaku di Indonesia. Di Amerika (saya kurang tahu di negara lain, karena tidak pernah di muncul di TV kabel), ilmu psikologi sudah lebih meluas. Tidak hanya terbatas pada manusia saja, tapi juga hewan. Ilmu psikologi berkembang menjadi ilmu yang mempelajari perilaku mahluk hidup. 

Seperti Cesar Milan, yang terkenal sebagai pelatih anjing, dan punya sertifikar psikolog anjing. Bahkan memiliki pusat terapi psikologis anjing. 

Atau Jackson Galaxy yang memiliki lisensi cat behaviorist. Bahasa mudahnya, orang yang mempelajari ilmu perilaku kuncing, yang artinya mempelajari ilmu psikologis kucing. 

Kembali ke tanah air tercinta, psikolog di Indonesia masih mengikuti pakem konvensional. Di mana psikologi terbagi dalam 5 cabang yaitu klinis, pendidikan, perkembangan, sosial, dan industri organisasi. Psikolog mengambil satu cabang sebagai keahliannya. Contoh, saya menekuni cabang pendidikan. Jadi saya mengambil program profesi psikolog pendidikan. Meskipun cabangnya berbeda-beda, gelarnya tetap sama, ‘Nama, S.Psi, M.Psi, Psikolog’. Selanjutnya sering disingkat dengan ‘Nama, Psikolog’. 

SEJARAH SINGKAT PSIKOLOGI

Psikologi itu bagian dari ilmu kesehatan, dan sudah dipelajari sejak zaman Aristoteles. Psikologi itu sempilan dari ilmu kedokteran. Dalam sejarah psikologi, psikolog dan dokter sering timpah tindih dan berebut wilayah kerja. Apalagi di ilmu kedokteran ada subprofesi ilmu kedokteran jiwa atau psikiatri. Orang awam sering tertukar antara psikolog dan psikiater. 

Dasar penanganan kasus psikolog dan psikiater berbeda. Psikolog mengobati pasien dengan teknik-teknik terapi dan konseling. Psikiater mengobati pasien dengan obat-obatan dan konseling. 

Di Indonesia, psikolog belum memiliki payung hukum yang resmi, hanya memiliki asosiasi HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia). Berbeda dengan dokter yang punya payung hukum dan UU, dibawah Mentri Kesehatan Republik Indonesia. Jadi jangan heran jika psikolog belum diakui secara resmi sebagai profesi. 

Meskipun belum ada payung hukum, HIMPSI punya aturan syarat menjadi psikolog. Tidak sembarangan lulusan psikologi bisa menjadi psikolog. 

JALUR MENJADI PSIKOLOG

Jalur menjadi psikolog diawali dengan kuliah sarjana psikologi. Hampir semua universitas negeri dan swasta membuka fakultas psikologi. Di jejang S1 psikologi, hanya diajari ilmu dasar psikologi dan kelima cabang psikologi, dan pengetahuan tentang alat tes psikologi atau psikotes. Di Undip, sewaktu sy masih kuliah S1 (sekarang mungkin ada perubahan kurikulum), diajari alat tes psikologi mulai dari tata laksana tes, pemberian intruksi, skoring, pembuatan psikogram, dan analisa. 

Setelah lulus S1, melanjutkan kuliah di program magister profesi. Pastikan ambil magister profesi, jangan magister sain. Ranah bekerjanya berbeda. Magister profesi tujuannya untuk mencetak praktisi psikolog. Magister sain tujuannya untuk mencetak akademisi ilmu psikologi atau dosen. Jadi kalau S1nya psikologi, lebih baik S2nya ambil magister profesi. 

Di magister profesi ada pilihan mayor dan minor, memilih satu peminatan utama dari cabang psikologi dan peminatan tambahan. Saya ambil mayor Pendidikan dan minor Klinis Anak. Pemilihan peminatan disesuaikan dengan bidang kerja yang ingin ditekuni. 

Menjelang lulus S2, mulai mengurus keanggotaan HIMPSI wilayah dan pusat. Saya anggota HIMPSI Jawa Tengah dan Indonesia. Setelah lulus, mengurus sertifikat SSP (Serfifikat Sebutan Psikolog) yang dikeluarkan HIMPSI. Setelah sertifikat SSP keluar, barulah mengurus SIPP (Surat Izin Prakter Psikolog), dan mendapat nomor izin praktek. Jika SPP dan SIPP sudah ditangan, barulah boleh praktek sebagai psikolog, baik itu praktek pribadi maupun di Instansi. 

PSIKOLOG GADUNGAN? 

Ada dokter gadungan, psikologi juga ada psikolog gadungan. Ciri-ciri utama tidak memiliki SIPP. Jadi setiap kali menggunakan jasa psikolog, pastikan tanya nomor izin prakteknya. Lho kok tanya? Berbeda dengan ahli kedokteran yang bisa pasang plang nama dan nomor ijin praktek. Di kode etik psikologi, psikolog masih belum boleh pasang plang nama. 

Bagaimana jika terlanjur ‘berobat’ ke psikolog gadungan? Silahkan mencari psikolog lain yang memiliki nomor ijin praktek. Sampai saat ini psikolog gadungan belum bisa ditindak secara hukum negara, kecuali ada kejahatan penipuan uang, dan lain sebagainya. Alasannya HIMPSI belum memiliki undang-undang resmi sebagai payung hukum. Semoga sebentar lagi psikologi punya undang-undang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s