Kenakalan remaja: salah remaja, guru, orangtua?

Remaja itu fase yang paling unik dan istimewa dan unik dalam rentang waktu kehidupan manusia. Remaja itu bukan anak-anak dan ingin diperlakukan seperti orang dewasa, tetapi belum siap menerima konsekuensi dan resiko menjadi dewasa. 

Saya ingat satu tahun yang lalu sebuah yayasan Sekolah Menengah Pertama (SMP) meminta saya ikut peran serta di pendidikan karakter siswa. Disana saya memegang satu kelas, untuk observasi terlebih dahulu. Dan saya menemukan banyak sekali komplain dari guru dan siswa. 

Guru menyalahkan remaja dan komplain siswa-siswanya seenaknya sendiri, susah dikasih tahu, tidak mau mendengarkan pelajaran. 

Siswa menyalahkan guru dan orangtua. Remaja komplain gurunya tidak memahami mereka, selalu menyalahkan mereka, dan membuat mereka seolah-olah mereka masih anak-anak. 

Ditambah orangtua murid komplain ke guru tentang perilaku anak-anaknya. Orangtua tidak melihat perubahan sikap pada anak selama belajar di sekolah.

Saya melihat 3 pihak: guru, remaja, dan orangtua sama-sama frustasi, tidak tahu harus bagaimana bersikap menghadapi satu sama lain. Tentu saja bagi orang dewasa, sumber masalah ada di remaja. Bagi remaja, semua orang dewasa itu sumber masalah. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s